2:31 AM.S

Pukul 2:31 pagi, ia terbangun saat menyadari ketidakberadaanku di sampingnya. Saat itu, tepatnya 3 menit yang lalu, aku sedang berada di lantai, sedang bermain laptop karena tidak bisa tidur. Ia terlonjak, seperti orang yang terbangun dari mimpi buruk, mencariku dan sempat terpaku saat melihat diriku yang dengan santainya duduk di lantai.

Aku segera beranjak dan membaringkan kembali tubuhnya yang masih lelah, “Kamu mencariku?” tanyaku saat itu.

Continue reading “2:31 AM.S”

A Little Piece of Chocolate Cake

Mengacu pada quote sebelumnya, aku ingin sedikit bercerita tentang suamiku sebelum aku terlelap. Kisah tentang terjebaknya kami di status pernikahan selama 2 bulan dan tentang 2 anak manusia yang terdampar di hamparan benua australia. Kalau kata dia, kisah cinta yang enggan tumbuh dewasa.. karena kami menikmati sisi anak kecil di dalam diri kami.

Aku mencintainya.. hampir setiap detik yang kuhabiskan bersamanya. Semakin lama semakin tenggelam dan terkadang aku takut kalau aku tidak lagi bisa kembali ke permukaan. Terkadang aku juga melupakan status pernikahan kami karena rasanya tidak ada yang berubah: kami masih senang bercanda dan menjadi anak kecil seperti di masa 3 minggu pacaran <slash> tunangan kami.

Mungkin ini semua karena jalan yang akan kami lalui tidaklah sama dengan orang2 kebanyakan. Mungkin juga apa yang kuketahui tentang pernikahan terlalu datar atau hambar untukku sekarang. Apa yang kulalui bersama suamiku sekarang tidaklah biasa.. ada kebahagiaan yang muncul ketika aku bersamanya. Kebahagiaan yang rasanya (atau spesiesnya [?]) cukup berbeda dari apa yang selama ini kuketahui. Tak ada hari tanpa senyum untukku.. tak ada menit tanpa tawa bagi jiwa.. dan tak ada detik tanpa cinta di antara kami.

Karena aku masih masa liburan — masa transisi dari ELICOS ke jadwal perkuliahan — aku dan kibo banyak menghabiskan waktu di rumah dan menikmati apa yang bisa dinikmati. Terkadang kami menonton film, terkadang kami membereskan flat, terkadang kami terjebak di dalam diskusi ringan, terkadang kami tenggelam di dalam obrolan, dan terkadang, kami hanya menikmati kehadiran satu sama lain. Apapun yang bisa dilakukan, pasti kami lakukan berdua. Tidak ada pikiranku untuk menyendiri atau terpisah darinya barang satu menit pun. Kisah LDR kami di bulan Januari sudah cukup menyiksa.. kami tak lagi mau merasakannya.

Di antara semua kegiatan kami, ada satu hal yang menjadi kegiatan favorit: bercanda. Aku suka bercanda dengannya sebagaimana dia suka bercanda denganku. Terkadang aku yang memulai, terkadang dia yang memulai. Candaan kami juga tidak mengenal waktu dan spektrum: dari yang receh hingga sarkastik, dari yang ringan sampai yang gelap. Aku paling senang dengan candaan malam kami karena di malam hari, kami menguasai satu gedung — maklum, kami tinggal di atas restoran, jadi tidak bisa seenaknya ketika restoran buka.

Pernah suatu ketika aku sedang ingin bercanda. Kami berakhir main petak umpet di restoran. Aku pura2 ngambek, lalu turun menuju restoran yang gelap dan bersembunyi di sana. Tidak berapa lama, ia mengikutiku menuruni tangga dan mencariku di lorong restoran yang remang. Saat itu aku bersembunyi di kolong meja kasir, sementara dia mencariku ke arah dapur. Aku terus jongkok di tengah kegelapan sampai ia datang mencariku di bagian depan resto. Begitu dia sampai, aku langsung loncat keluar dan mengejutkannya — meski dia sebenarnya tidak suka dibuat kaget, hihihi~

Di saat lain, kami hanya melakukan candaan2 ringan tanpa memerlukan aktivitas fisik seperti main petak umpet. Terkadang ada slepetannya yang membuatku gregetan, dan terkadang ada celotehanku yang membuatnya berpikir keras. Aku juga sangat suka mem-bully-nya karena gemas: kadang kuomeli dengan alasan yang tidak jelas, kadang kucubit2 karena gregetan. Apapun itu, kami menikmati setiap kegiatan dan setiap waktu yang kami habiskan berdua.

Tapi, dari semua candaan, tidak ada yang bisa mengalahkan candaan kami di kasur ketika sedang bersiap tidur. Terkadang, ada saja yang kami lakukan atau katakan yang bisa membuat kami batal tidur. Salah satunya ya barusan, ketika aku ngomel2 pada bantal yang selalu terjatuh ke atas punggungnya. Bantal yang seharusnya tersandar ke dinding tidak sanggup berdiri dan akhirnya terjatuh di atas tubuh kibo. Lalu aku, yang selalu berbakat memerankan partner gila yang cemburuan, berakhir menendangi bantal bunga2 tak berdosa itu. Dia, yang malah ikut2an gila, mencoba menenangkanku dan mengajakku tidur. Kami berdua akhirnya merapatkan diri di dalam selimut dan bersiap tidur. Di saat aku berpikir bahwa candaan telah berakhir, kibo tiba2 ngomel ke bantal yang sedang kupeluk, lengkap dengan perannya sebagai partner gila yang gak kalah cemburuan: “TERUS INI SIAPA?!!!”

Untuk beberapa menit, aku gak bisa berhenti memukuli sambil tertawa. Candaan yang dia tunjukkan kepadaku kebanyakan memang berbau srimulat atau lenong — dan aku menyukainya karena dia sangat ekspresif. Aku selalu jatuh cinta ketika dia sudah bercanda denganku.. i cant help it…

Tapi, karena omelan2 kecilku itulah dia tiba2 berkata: “kamu itu suami aku, istri aku, teman dekat aku, sahabat aku.. pokoknya semuanya.. makanya aku gak ragu buat bercanda sama kamu”. Di beberapa kesempatan dia juga sering berkata kepadaku: “aku senang bercanda sama kamu”, “aku bisa jadi diri aku sendiri di depan kamu, gak perlu pencitraan.. hehehe”, “kamu orang pertama yang aku anggap sebagai sahabatku”, “kamu spesial dan berharga buat aku”…

Those sentences.. those confessions.. really pushed me down into a deep dark hole called ‘love’. I feel more attached to him within 2 months than to anyone within a year. I feel so loved and valuable, feel so appreciated and special, feel like a loved one.. more than just a human being… idk what, but it feels like it.

I dont know what to say.. or not even sure about what is left to say.. but.. yeah.. okay.. i love him.. so fucking damn much.

Sht.

Kibodat

Pria kesayanganku.. aku rasanya terlalu sering menulis untuknya dibanding menulis tentang dirinya. Aku memang sejak awal bukan tipe manusia yang suka pamer dalam hal apapun. Bukan apa-apa, aku pada dasarnya memang tidak suka pamer saja.. pamer pun biasanya hanya karena ada sesuatu yang sangat lucu atau manis. Itupun setelah kupaksakan.

Dalam postingan ini mungkin aku akan menulis tentang dia kepada siapapun yang mau membaca. Tujuannya? Simpel.. aku hanya ingin membuat kalian iri hati dengki kepada kami. Mereka yang tidak bahagia akan merasa demikian, mereka yang sudah bahagia hanya mendapat inspirasi.

Jahat? Terima kasih atas pujiannya.

Continue reading “Kibodat”

I Want More

Its funny how i fall for you more and more in each day

It doesnt feel this way when i learnt about your feelings towards me

There was fear when i heard that, you know

Fear and confusions swirling in my head, banging my thoughts to the walls of logic

I was afraid of making decision..

Which means, deep down, i knew that youre a sure thing for me

He said that when youre confused and scared of whats gonna come next, means that there will be a huge change and it is usually a good one

He also said that those feelings always refer to doing the right thing and growing up

Which then i willingly took your heart and trade it with mine

Thats what im afraid of

What will happen if i take your heart and trade it with mine?

Will you break it?

Will i break it?

Will you keep it?

I know i’ll keep yours

Those kind of questions keep on coming.. And coming.. And coming..

Logic get the best of me.. Asking so many question and needing assurance for my insecurities

Lets be honest for a moment

When i trade my heart with yours, i didnt have the same feeling like yours

But one thing im sure of

I didnt make any mistake

And sure i didnt

Because right now, you wont leave my head.. My head is like a temple filled with your face and things about you

In the end..

The stupid crush im having towards you, leads me to falling for you

I fall for you real hard.. Everyday

I just knew

It seems like you become bigger and bigger in my tiny universe

Its like..

You become the air to my lungs

You become the food to my stomach

You become the sun to my flower

And most importantly

You become the fuel to my soul

Your heartbeat is like the sound of destiny.. Definite

Your smile is like the future.. A mystery

And your existence is like a flower in summer days.. Lovely

Damn..

I fall too deep in love with you

To The One


You are the effulgence and i am the darkness

Our true color collide into a beautiful depressing grey

Our soul merged into one, for you are my shield and i am your sword

We blend with each other, creating a whole new persona

Masks off and we see each others wounds

Clothes off and we caress each others scars

You said ‘i love you’ over and over, left me speechless

Because i no longer can respond to such honesty

You loved me and nurtured me like a lover you are

You accept me with all the things i have left with me

You are there.. Such a beautiful human being

You are here.. With your suffocating beauty

You are the answer to my prayer, a gift from god

I told you that i am not easy to deal with

You understand.. And accept me anyway

I told you that i am trapped in a dark pit

You gave me your hands.. And try to help me in every way

I told you that i hate myself

You smiled at me.. And told me that you love me all the way

I told you that i wanted to kill myself

You hugged me.. And keep me safe in your arms, to stay

Im always afraid youd give up on me

Like those who’ve come and go

Because exhaustion beats loyalty

Im always afraid youd leave me

But you asked me to come and stay

Because my love is beyond words

You called me your universe

Such organism, too small for a place like that

But you dont care and make me yours anyway

I love you

And i wish theres another word to describe how i really feel

You said you love me

And i think silence could give the best answer to your confession

Because when a thousand words not worth a meaning, silence can worth a life-time happiness