2:31 AM.S

Pukul 2:31 pagi, ia terbangun saat menyadari ketidakberadaanku di sampingnya. Saat itu, tepatnya 3 menit yang lalu, aku sedang berada di lantai, sedang bermain laptop karena tidak bisa tidur. Ia terlonjak, seperti orang yang terbangun dari mimpi buruk, mencariku dan sempat terpaku saat melihat diriku yang dengan santainya duduk di lantai.

Aku segera beranjak dan membaringkan kembali tubuhnya yang masih lelah, “Kamu mencariku?” tanyaku saat itu.

Continue reading “2:31 AM.S”

Advertisements

HAPPY BIRTHDAY BABY KIBO!!!

Hi, baby.. happy birthday!! You’re 24 years old now, it means that you’re not young anymore — you’re a small mas-mas now. Hihihi~

Ini ulang tahun pertama kamu yang kita rayakan bersama, and I feel so excited! A lot of things happened, to be really honest. It’s hard for you to plan a surprise when you’re living together, especially when you spend most of your time with that person. Yes, it’s hard for me to sneak out just to buy you a cake and find some place to hide it. Right now, I have no idea how to do that.. but I’m planning to sneak out in Saturday morning to buy one and I’ll figure some place to put it. I hope it’ll be a very fun surprise for you, love.

Earlier, I told you that I want to buy you a cake, because I thought you’re looking forward to your birthday. But, I guess you don’t even keep track on what date today is — which is good for me, I can plan a surprise even though I already mentioned about buying you a cake. It’s a good thing, though, because I easily turned ‘buying you a cake’ to ‘I am craving for some cake right now’ to you and you didn’t even realize that. Awesome!!!

Well, baby, it’s so nice to have you in my life.. and the idea of celebrating the day when you were pushed out of your mum’s vagina fascinates me. I don’t know what to say, and this letter seems tacky. I want to write you one on paper, but I haven’t figure out how without you knowing it. But, since you’re a sleeper, I think I can sneak out for a while to write you one. Don’t underestimate me on giving you surprise — I fooled you into thinking that my plane from Melb to Jakarta was delayed, so why can’t I fooled you now?

It is challenging, Kii, when we’re living like a reverse amoeba and we have to find some time to plan some stuff out in the middle. I will try my best to do so, and I’ll make sure everything worth your stupid surprise face. Hihihi~

I can’t say anything romantic or deep here.. because you know how I am with stuff like this, it takes time for me to be emotional and lovey-dovey.

I hope you enjoy your first birthday with me and I hope you’ll get a memorable one. I’ll make sure that your phone is shut so I’ll be the first one who say ‘happy birthday’ to you. Yeah, I am that selfish and a little bit possessive about that.. because.. I’ll destroy anyone who try to beat me in that to pieces, including their life, and also let them watch me destroying the people they love. :)

Well, once again, happy birthday, small old man!! May your body be as small as your enemies, may your heart be as big as you wanna be, and may your life be as lovely as cream cheese with blueberry.

I love you, Achmad Maulana Sirojjudin.

Cheers,

Your worst nightmare.

PS: Open your monkey notebook!

Kibooo!!!

Pada tanggal 17 Desember 2013, aku bertemu dengan Kii untuk pertama kalinya. Sebelumnya, Kii hanya tau diriku dari cerita di blog abang dan dari mention-mention-an kami di twitter. Saat itu, abang sengaja ingin bertemu dengan Kii di BBJ karena menyadari bahwa Kibo tidak tau sama sekali bentuk wajah abang, baginya, mengejutkan orang itu menyenangkan dan wajah terkejut itulah yang diincar oleh abang ketika ia bertandang ke BBJ.

Continue reading “Kibooo!!!”

Surat Untuk Kekasih Abadiku

Malam ini, di kamar yang gelap ini, aku menangis.. entah mengapa. Yang ada di kepalaku hanya kamu.. bayangan kamu yang selalu tersenyum dan mencoba membuatku tertawa ketika mood ku sedang turun. Bayangan itu menyesakkan dada.. karena.. entah mengapa, ketika kamu melakukan itu, aku bisa merasakan rasa kesepianmu selama ini dengan jelas. Dan kurasa, air mataku mengalir karena merasakan apa yang kamu rasakan.

 
Lucu.. aku tak bisa menangis karena perasaanku, tapi selalu bisa menangis jika hal menyakitkan itu menyangkut orang2 yang kusayang — salah satunya, kamu. Aku bisa menangis karena menangkap rasa2 sesak di dadamu — yang mungkin tak bisa kamu ungkapkan dengan air matamu sendiri — maka, anggaplah air mataku ini adalah perwakilan dari air matamu.. meski kurasa ini tidak perlu.

 
Sudah sejak awal aku bisa menangkap rasa sesakmu. Semakin terasa ketika kita menjadi dekat di selasa itu: dan aku sudah menyebutkannya kepadamu melalui telepon ketika kita sedang LDR pertama kali. Apa yang kurasakan darimu adalah kesepian dan kesedihan, meski kesedihan yang jauh lebih mendominasi. Kurasa, itu karena kamu sangat sensitif terhadap lingkungan.. jadi, ketika kamu menemukan suatu hal yang tidak mengenakkan, hal itu membuatmu sedih.

 
Malam ini aku kembali merasakan sesak yang luar biasa ketika kamu menangis di depanku, ketika aku sedang mencurahkan isi pikiranku. Saat itu aku tak mengerti kenapa kamu menangis.. tapi kurasa kini aku paham: bahwa kamu menangis karena bisa merasakan sesakku. Atau.. lebih parah lagi.. curhatanku membuatmu sesak karena kamu tau bagaimana rasanya. Aku tau reaksi itu.. hafal betul dengan reaksi seperti itu. Kamu memahami perasaanku karena kamu pernah mengalaminya.. dan itu membuatku sedih: karena kamu pernah mengalaminya.

 
Kamu tau seberapa sayang aku padamu. Aku tidak mau kamu merasakan apa yang aku rasakan — amit2, jangan sampai. Tapi, untuk kasus yang itu, apa boleh buat.. kamu sudah terlanjur merasakannya, mungkin sejak sebelum kita saling mengenal. Aku yang saat itu hanya mengaku bahwa aku hanya bisa memendam perasaan, membuatmu menangis, membuatku berpikir bahwa selama ini kamu juga memendam perasaanmu sendiri sampai ke titik yang mengkhawatirkan.

 
Setiap orang memang memendam perasaan.. tapi kurasa mereka masih bisa melampiaskannya dalam bentuk apapun ketika mereka sedang sendirian. Dan kupikir.. kamu juga sama sepertiku: kurang bisa melampiaskan perasaan meskipun sedang sendirian. Lebih memilih tidur, mungkin? Atau mungkin hanya menangis di dalam diam yang hanya bisa meluapkan sekitar 1% dari apa yang terpendam? Entahlah…

 
Aku tau kamu kesepian dan mungkin sempat hilang karenanya. Aku tau seberapa banyak kamu memendam dan apa alasanmu untuk memendam — semua terlihat ketika kamu menangis begitu mendengar curhatanku. Aku hanya bisa menebak kamu memendam dengan alasan yang sama denganku: tak memiliki pendengar.

 
Well, bersama surat ini.. aku hanya ingin mengatakan.. bahwa kamu tak lagi sendirian. Sekarang kamu memilikiku dan aku adalah pendengarmu seumur hidup. Aku tak mau kamu memendam perasaan lagi.. aku tau sakitnya.. dan aku di sini dengan telinga yang terbuka untukmu, 24/7. Aku sudah bilang pula padamu bahwa aku tak akan meninggalkanmu.. meski kamu menyakiti dan meninggalkanku di kemudian hari. Aku tau rasanya ditinggal, maka aku tak akan mau meninggalkanmu.

 
Aku ada di sini, kii.. di sampingmu.. selalu. Aku akan selalu ada di sini untuk mendampingimu — meski aku kehilangan tubuh fisikku sekalipun — aku tak akan meninggalkanmu sendirian. Aku tak mau kamu merasa kesepian lagi… tak akan kubiarkan kamu merasakan pahit2nya lagi.

 
Kamu sudah gak sendirian lagi.. kamu tau itu.. dan sudah kuperingatkan berkali2. Oleh karena itu.. jangan lagi memikul bebanmu sendirian seperti dulu.. bahkan beban emosional sekalipun.. beban batin sekalipun.. jangan lagi. Aku di sini untuk menjadi tangan ketiga dan keempatmu.. menjadi sandaran yang bisa kamu gunakan ketika dimabuk perih, menjadi tameng ketika dihantam sunyi, menjadi selimut ketika dihantui sepi, dan menjadi cahaya penuntun ketika putus asa menutupi mata.

 
Aku partnermu, sahabatmu, kekasihmu, belahan jiwamu.. dan kamu mengakuinya.. jadi, bersikaplah demikian. Perlakukan aku demikian seperti apa yang kamu percaya. Aku akan terus menggenggam tanganmu dan menemanimu meski aku berpindah alam sekalipun.

 
Aku tak berekspektasi apa2 darimu kecuali menjadi dirimu sendiri, kecuali kamu yang bahagia dengan apa yang kamu punya, kecuali dengan kebebasan yang kamu rengkuh sebagai bagian dari dirimu. Aku tak mau meminta macam2 darimu karena aku tau itu hanya akan menjadi bebanmu. Lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan.. aku tau kamu sayang padaku, jadi aku sadar bahwa kamu akan berusaha keras untuk membahagiakanku juga.

 
Maafkan aku karena sungguh sulit untuk hidup bersamaku yang memiliki banyak komplikasi mental ini. Aku sadar aku bukanlah manusia yang mudah untuk ditangani.. im sorry because im so hard to deal with. Tapi, aku sayang kamu.. berikut dengan keanehanmu yang tak ada habisnya. Aku adalah orang gila yang terjebak di dalam lubang cintanya sendiri — lubang yang kamu gali khusus untukku, lubang tak berdasar dan terlalu terang untuk sebuah lubang.

 
Aku bahgia bersamamu, kii. Aku senang melihat dirimu yang asli dan aku tak akan berhenti memamerkan pria yang kucintai ini. Aku tak peduli dengan kata orang.. persetan dengan judgement rakyat2 jelata itu. Aku suka dirimu yang asli dan ingin kamu membebaskan dirimu itu. Aku tak merasa dirimu merugikan orang lain.. maka, untuk apa aku peduli dengan komentar dangkal makhluk2 yang menjebak dirinya sendiri di dalam stigma tolol? Waktu dan tenagaku terlalu sedikit untuk mempedulikan mereka.. lebih baik aku mengajakmu terbang tinggi, ke tempat yang tak bisa dijangkau oleh mereka para pecundang2 yang menjijikkan itu. Sungguh, buang2 waktu jika harus mempedulikan mereka.

 
Terbanglah bersamaku, kii. Jadilah bebas bersamaku. Jadilah dirimu sendiri dan banggalah terhadapnya. Jika bukan kamu yang membebaskan dirimu sendiri, siapa lagi yang akan membebaskannya? Aku hanya membantumu membukakan kunci.. sisanya, tangani sendiri.

I love you, kii.. so fucking damn much. And i cant stop loving you.

 

Take care.

 

 

Love,

Your Fabulous Trash.