Mimpi Buruk yang Baik

Sudah 3 hari terakhir ini mimpiku terlihat buruk. Dimulai dari mimpi membunuh balita perempuan dengan piring, dihantui gadis itu saat sedang berada di sebuah kebun, hingga mimpi perutku disayat dengan pisau. Aku dan kii sudah melihat arti mimpi tersebut — akupun sudah melakukan crosscheck — dan arti dari semua mimpi itu bagus2.. intinya sih, berurusan dengan rejeki.

Mimpi pertama mengambil tempat di sekolah lamaku. Malam itu aku sedang berada di lantai 3, lalu aku melihat ke gedung di seberang sekolah (seperti gedung kantoran dengan gaya arsitektur tahun 80-90an) ada siluet manusia yang sedang berkelahi. Karena tampak meresahkan, aku akhirnya berlari menuju gedung tersebut dan langsung berada di ruangan tempat mereka berada.

Di sana, ada seorang pria dengan seorang balita perempuan. Begitu melihatku, pria itu langsung pergi — aku gak sempat mengejarnya karena kondisi balita perempuan itu sudah mengenaskan. Kepalanya bocor dan aku hendak membawanya ke rumah sakit. Saat kugendong, dia memohon kepadaku untuk membunuhnya karena rasanya terlalu sakit. Aku sempat berdebat dengannya — dan batinku sendiri — karena aku merasa masih sempat untuk menyelamatkannya. Tapi, karena balita itu sudah memohon2, akhirnya aku membunuhnya dengan benda apapun yang kutemukan di dekatku.

Aku menemukan piring keramik, lalu aku menghantamkannya ke kepala balita itu — tepat di ubun2. Aku gak mau membuatnya menderita lebih lama lagi, jadi aku langsung menyerang titik vitalnya agar ia langsung mati. Piringnya pecah, tapi balita itu tidak langsung mati. Dia sempat bicara padaku untuk menghantamnya lebih keras lagi, dan setelah dihantam untuk kedua kalinya, ia benar2 tewas.

Saat itu aku bingung mau senang atau sedih. Tapi yang pasti, urusanku gak selesai sampai di situ.

Lanjutan dari mimpi itu adalah orang tua balita yang sedih karena anaknya meninggal. Meski begitu, mereka gak terlihat dendam pada orang yang telah membunuhnya — seolah2 mereka tau kenapa dan bagaimana anak mereka meninggal. Aku sempat khawatir akan dipidana, tapi aku punya alasanku sendiri dan aku gak takut masuk penjara — toh, yang kulakukan adalah menyelamatkan balita itu yang notabene atas permintaannya sendiri.

Tapi, seiring waktu, tak ada polisi yang mencariku. Aku bisa bernapas sedikit lega walau aku tau ganjaran hanya perlu waktu untuk sampai padaku.

Saat itu aku sedang berada di sebuah kebun di samping bangunan dengan model arsitektur Inggris — aku mengenalinya sebagai tempatku menginap waktu berkunjung ke Sydney. Di sana, malam2, aku merasa diikuti orang.. tapi aku tau siapa yang mengikutiku dan aku gak takut sama sekali.

Di satu sudut kebun itu ada tempat bermain anak — ada perosotan, ayunan, jungkat-jungkit, dan jenis permainan lainnya — dan di situlah aku mendengar suara balita itu lagi (iya, dia yang mengikutiku). Dia bertanya aku mau ke mana, memintaku membawanya bersamaku, dan sebagainya. Hal yang paling tidak menyenangkan adalah hantu anak kecil yang merasa attached denganmu.

Saat itu aku menolaknya, tapi dia tetap mau ikut bersamaku karena merasa akulah pahlawannya. Sampai akhirnya dia sempat sedih dan aku merasa bersalah. Aku yang sedang berjalan menuju bangunan terpaksa menoleh ke arah arena bermain dan melihatnya di atas ayunan. Aku berbalik dan menghampirinya, tapi dia menghilang di balik kabut dan kembali muncul di atas jungkat-jungkit. Hal ini sempat terjadi beberapa kali — seperti kejar2an — sampai akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkannya.

Mimpi yang masih segar kuingat adalah mimpiku semalam. Mimpi yang cukup panjang dan membuatku sedikit merasa aneh karena ada kesan satanik di dalam mimpiku. Mimpinya terlalu panjang, jadi aku akan menceritakan intinya saja.

Di dalam mimpi itu, aku ditangkap dan dibawa ke sebuah altar persembahan. Di sana, perutku disayat membentuk persegi panjang (dari dada hingga bawah pusar). Aku sempat berpikir kalau mereka mau mengeluarkan isi perutku, tapi tidak. Lukaku dibiarkan menganga dan aku dibiarkan pergi.

Aku tidak merasakan sakit.. hanya khawatir isi perutku bleberan ke jalan dan membuat orang lain ketakutan. Aku mencoba menahan isi perutku agar tetap berada di dalam dengan mengencangkan otot perut. Rasanya tidak sakit, tapi darah mengalir dan aku mulai lemas karena kehilangan banyak darah.

Aku mencoba berlari entah ke mana. Aku sengaja menutupi lukaku dan bekas darah di baju agar tidak ketahuan orang lain kalau aku sedang terluka. Aku terus berlari melewati kerumunan, melewati orang2 yang kukenal, dan terus berjalan entah ke mana. Aku merasa aku harus bersembunyi sendirian karena mengira ada yang sedang mengejarku di belakang.

Aku sempat bertemu dengan mamaku dan dia mengajakku berkeliling tempat (yang katanya) adalah rumah temannya. Di sana banyak ruangan dan ruangan yang paling kuingat adalah kapel berkapasitas 100 orang, ruang baptis, dan ruang pengakuan dosa. Aku tidak mengerti mengapa mamaku memberiku tour kecil seperti itu di saat perutku sedang robek bersimbah darah — well, then again, I hid them from her.

Pelarianku membawaku pada sebuah mini market (seperti koperasi kecil). Di sana, aku kembali bertemu dengan orang yang merobek perutku di atas altar. Dia mencariku dan aku bersembunyi. Aku mulai melihat sebagian barang jualan di mini market itu berubah menjadi makhluk satanik (mata satu, bertaring, dan ada tulisan dalam bahasa latin). Tapi, untungnya, mereka berada di pihakku dan tidak memberitau keberadaanku.

Di saat itu, aku kembali teringat kalau aku sebenarnya sedang kabur dari orang itu. Iya, bukan dia yang melepaskanku, tapi aku yang kabur. Dan sampai sekarang, aku gak tau apa yang dia inginkan dariku karena setelah itu, aku terbangun.

Dari semua mimpi, arti yang kami temukan semuanya bagus: akan mendapat rejeki (entah materil ataupun non-materil). Karena ini pula, aku jadi bertanya2, rejeki macam apa yang akan datang dalam waktu dekat?

Lalu kii bilang, “mungkin kita bakal punya anak?”

Terus aku kinap…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s